About Me
- BK SMA Negeri 1 Gegesik
- Guru BK memfasilitasi siswa untuk meraih masa depan cerah
Diberdayakan oleh Blogger.
Komentar
Rabu, 23 November 2011
TIPS WAWANCARA KERJA
Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis
Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar.
“Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda“, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.
“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.
“Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.
Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan
“Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Di luar itu, saya senang musik, membaca dan travelling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.“
Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga – bunga, berapi-api apalagi munafik.
Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.
“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?‘ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.“
Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji. Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.“
Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.
Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan, ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.“
3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.
Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…“, “menurut pendapat saya..“, “saya yakin…“, “saya optimis…“. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.
4.Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan – kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
* Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar.
Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
* Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap, ngejreng).
* Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
* Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
* Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.
Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau. Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.
Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.
Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan. Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.
5.Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:
Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
* Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
* Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
* Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
* Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
* Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
* Siapakah yang membiayai studi anda?
* Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
* Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?
Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
* Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
* Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
* Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
* Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut.
* Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
* Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
* Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?
Pertanyaan mengenai sasaran anda :
* Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
* Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
* Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
* Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
* Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?
Pertanyaan mengenai organisasi/perusahaan yang ingin anda masuki :
* Apakah yang anda ketahui tentang organisasi/perusahaan yang akan anda masuki?
* Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
* Apakah yang anda cari dalam bekerja?
* Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
* Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?
Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing!
MENGENAL DAN MEMAHAMI BIDANG PEKERJAAN
Setelah anda lepas dari SMU tidak semua lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Mungkin ada di antara anda yang mengembangkan kemampuan diri dengan cara memasuki pelbagai kursus keterampilan; melanjutkan kegiatan atau usaha yang sedang dirintis oleh orang tua atau keluarga; memasuki lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren sebagai perluasan dan pemantapan wawasan agama dan mencapai cita-cita dalam bidang keagamaan; mengembangkan hobby atau kegemaran yang positif dan produktif guna mencapai keberhasilan dalam bidang tersebut; dan atau memasuki lapangan pekerjaan yang anda minati dan sesuai dengan kemampuan diri sendiri serta peluang atau kesempatan yang ada. Penting untuk memahami bidang-bidang pekerjaan bagi yang berminat untuk bekerja setelah lulus SMA.
Ditinjau dari objek yang diolah atau digarap dalam setiap pekerjaan, maka jenis pekerjaan itu dapat dikelompokkan ke dalam objek garapan berupa ide atau gagasan, benda-benda nyata, dan manusia. Adapun wilayah atau tempat garapannya ada yang di dalam ruangan tertutup, di lapangan atau tempat terbuka, dan atau perpaduan dari keduanya.
Bidang-bidang pekerjaan yang banyak mengolah objek berupa gagasan atau ide, biasanya berkaitan dengan dan diperlukan kemampuan berpikir, menganalisis dan mengolah sesuatu yang abstrak hingga berwujud dalam bentuk karya. Sudah barang tentu, dalam proses mewujudkan karya tersebut ditunjang pula atau terlibat kemampuan-kemampuan lain, baik yang berkaitan dengan emosi, gerak-gerik atau keterampilan yang bersifat fisikal; tetapi yang terutama melandasi adalah pikiran. Bidang pekerjaan yang tergolong berobjek gagasan, antara lain peneliti, pengarang, penulis kolom, wartawan, dan sebagainya.
Bidang-bidang pekerjaan yang lebih banyak mengolah objek benda atau barang-barang yang nyata, umumnya berkaitan dengan pembuatan atau produksi suatu barang, baik itu barang seni murni atau seni pakai, barang-barang penunjang suatu keperluan hidup sehari-hari, dan atau pembuatan suatu bangunan tertentu. Memang untuk menghasilkan barang atau benda nyata tersebut diperlukan ide atau gagasan; akan tetapi gagasannya adalah urusan orang yang bersifat di atas, sedangkan orang yang melaksanakannya termasuk mengambil pilihan dalam bidang ini. Misalnya, pembuat barang kerajinan tangan, kuli angkut dan bangunan, pengendara angkutan, operator telepon, instalatur listrik, revarasi barang elektronik, pembuat batako, pendaur-ulang, dan sebagainya.
Bidang-bidang pekerjaan yang banyak berhubungan dengan manusia, adalah pekerjaan pelayanan dan atau jasa, yang menuntut kemampuan untuk berkomunikasi dengan khalayak sasaran (manusia). Sebagai contoh yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah perawat, guru, juru penerangan, petugas hubungan masyarakat, pengembang sumberdaya manusia, dan sebagainya.
Bidang-bidang pekerjaan dapat juga dilihat dari segi sektor, sebagaimana lazimnya diungkapkan oleh kalangan birokratis pemerintahan. Anda sendiri dapat mengelompokkan pekerjaan yang termasuk ke dalam Sektor Pendidikan; Agama; Kebudayaan dan pariwisata; Pertanian, peternakan, periklanan dan kehutanan; Pertambangan dan pengolahan logam; Industri pengolahan; Perlistrikan, gas dan air; Bangunan, jembatan dan jalan; Angkutan dan komunikasi; Perdagangan dan keuangan; Jasa; Kesehatan; Ketatausahaan atau administrasi; Kesejahteraan sosial dan kemasyarakatan; dan sebagainya.
Mereka yang bekerja pada jalur-jalur pemerintah atau negara sering disebut sebagai pegawai negeri (baik sipil maupun militer), pekerjaannya berada pada sektor formal; sedangkan yang di luar itu ada yang bekerja pada Lembaga Swadaya Masyarakat, sektor non-formal seperti, berdagang kebutuhan harian, atau ada pula yang berusaha mandiri disebut wirausaha.
Banyak lapangan pekerjaan yang terbuka bagi tenaga-tenaga kerja baru; tetapi banyak pula yang menutup kesempatan bagi mereka. Dalam hal ini, anda seyogianya mempersiapkan diri dengan sejumlah kemampuan dan keterampilan; kemudian mencari peluang atau kesempatan untuk memasuki satu bidang pekerjaan yang diminati; dan sebelum mengambil keputusan untuk bekerja, anda perlu mengetahui prospek masa depan dari pekerjaan itu.
JENIS-JENIS PERGURUAN TINGGI
UNIVERSITAS
ADALAH PERGURUAN TINGGI YANG TERDIRI DARI BEBERAPA FAKULTAS, MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BERMACAM-MACAM BIDANG KEAHLIAN YANG BERBEDA, DARI JENJANG S0 (NON GELAR), S1, S2 SAMPAI S3.
INSTITUT
ADALAH PERGURUAN TINGGI YANG TERDIRI DARI BEBERAPA FAKULTAS YANG MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN KEAHLIAN YANG SERUMPUN, BAIK S0, S1, S2 MAUPUN S3
SEKOLAH TINGGI
ADALAH PERGURUAN TINGGI YANG TIDAK TERDIRI DARI BERMACAM FAKULTAS, YANG MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN SUATU KEAHLIAN KHUSUS DAN BIASANYA SAMPAI JENJANG S1 (SARJANA)
AKADEMI
ADALAH PERGURUAN TINGGI YANG MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN UNTUK SUATU KEAHLIAN KHUSUS DALAM WAKTU YANG RELATIF SINGKAT SAMPAI PADA JENJANG S0 (NON GELAR)
PENDIDIKAN KEDINASAN
ADALAH PERGURUAN TINGGI DI LUAR DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, YANG MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN SUATU KEAHLIAN KHUSUS YANG DITUJUKAN UNTUK DAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEGAWAI DAN ATAU KARYAWAN DI DEPARTEMEN YANG BERSANGKUTAN
Selasa, 22 November 2011
CARA MEMPEROLEH PEKERJAAN
Pada dasarnya setiap orang bisa menemukan sendiri jalan untuk memompa kemauannya. Namun, untuk memudahkan, sebaiknya Anda mencoba berbagai cara. Jika Anda disiplin, target yang Anda tetapkan bisa tercapai. Simaklah 10 langkah berikut:
1. Fokuskan Perhatian Pada Apa Yang Anda Miliki
Fokuskan perhatian Anda pada apa yang Anda punyai dan mulai memikirkan bagaimana memberdayakan apa yang Anda miliki tersebut. Sertakan dengan kalimat-kalimat yang mendorong kemauan Anda seperti, “saya bias! Saya mau! Saya yakin! Saya sanggup! Saya harus……” Pasang target yang membuat Anda betambah semangat.
2. Bangga Saat Melakukannya
Untuk menambah motivasi, bersikaplah bangga pada prestasi yang telah Anda capai. Jangan terpaku pada panjangnya jalan yang belum Anda selesaikan. Kalau perlu, hadiahi diri sendiri bila Anda berhasil melampaui satu tahapan dengan sukses.
3. Buat Target Yang Mudah
Lebih baik membuat sejumlah target kecil yang bias diraih dengan mudah ketimbang target yang berat. Karena biasanya target yang berat membuat hati ciut. Target yang kecil membutuhkan lebih sedikit kemauanh dari pada target yang besar. Keberhasilan akan membuat Anda berani mencoba lagi dan akhirnya berhasil menyelesaikan semuanya dengan sukses.
4. Bila Selama Ini Kemauan Anda Belum Teruji, Sebaiknya Jangan Memilih Target yang Memberi Perubahan Besar Pada Anda.
Membangun kemauan sama seperti membangun otot. Karena itu Anda perlu melakukan hal-hal biasa yang tak membetuhkan banyak usaha. Seperti selalu mematikan karan bila Anda selesai mandi. Mematikan lampu bila Anda sudah terang. Jangan makan di depan televisi.
5. Jangan Mematok Target Yang Berlebihan
Jangan berharap bisa seperti Ratih Sanggarwati bila postur tubuh Anda tak memungkinkan. Turunkan target Anda agar lebih masuk akal. Tapi juga jangan terlalu rendah karena nanti Anda akan tak mempunyai semangat untuk meraihnya.
6. Pastikan Target Ini Memang Pilihan Anda
Tanyakan pada diri sendri apakah target ini memang Anda inginkan atau hasil paksaan orang lain. Akan sulit untuk maju kalau target iitu tak datang dari diri Anda sendiri.
7. Buat Rencana
Ambil waktu untuk merencanakan bagaimana Anda bisa mencapai target yang telah ditentukan. Cobalah menemukan beberapa cara untuk meraihnya. Dua pilihan lebih baik daripada satu pilihan. Tapi jangan membuat terlalu banyak rencana karena bisa membingungkan.
8. Sampaikan Pada Teman
Kita cenderung menutupi rencana kita kita dari orang lain karena khawatirorang akan mengejek bila target tidak tercapi. Sayangnya usaha melindungi diri sendiri justru membuat kemauan melemah. Dengan menyampaikan target dan rencana kita pada orang lain, efek yang Anda rasakan justru menambah kekuatan si kemauan. Bahkan, terkadang bisa membentuk kelompok yang mengalami masalah sejenis. Ini akan sangat membantu kita dalam mencapai target. Dukungan semangat dan rasa simpati akan membawa keberhasilan bagi usaha kita.
9. Jangan Memaksakan Diri
Bila di tengah proses anda merasakan bosan dan mandek, berhentilah sejenak. Beri kesempatan pada diri anda untuk beristirahat. Tetapi setalh itu jangan lupa untuk segera kembali lagi melakukan hal-hal yang diperlukan. Sekali kita bisa melakukan hal ini, otomatis anda bisa tahan lebih lama. Dan bahkan akhirnya terbebas dari kebosanan.
10. Istirahatlah
Berhenti sesaat bukanlah berarti anda lemah, malas dan tidak disiplin. Malah sebenarnya aaaanda tengah berada dalamj proses memutus kebiasaan yang buruk dan menggantinnkanya dengan yang baru. Jadi jangan terburu berputus asa. Dari pada menuduh diri sendiri malas dan payah, sebaiknya anda melihat sisi positifnya. Yaitu mencari sebab mengapa anda ingin berhenti. Atasi penyebabnya dan lanjutkan usaha anda meraih target yang telah direncanakan.
Sumber: Mulyaningtyas, B Renita, dkk. Bimbingan dan Konseling Untuk Kelas X.2006. Jakarta: Erlangga.
1. Fokuskan Perhatian Pada Apa Yang Anda Miliki
Fokuskan perhatian Anda pada apa yang Anda punyai dan mulai memikirkan bagaimana memberdayakan apa yang Anda miliki tersebut. Sertakan dengan kalimat-kalimat yang mendorong kemauan Anda seperti, “saya bias! Saya mau! Saya yakin! Saya sanggup! Saya harus……” Pasang target yang membuat Anda betambah semangat.
2. Bangga Saat Melakukannya
Untuk menambah motivasi, bersikaplah bangga pada prestasi yang telah Anda capai. Jangan terpaku pada panjangnya jalan yang belum Anda selesaikan. Kalau perlu, hadiahi diri sendiri bila Anda berhasil melampaui satu tahapan dengan sukses.
3. Buat Target Yang Mudah
Lebih baik membuat sejumlah target kecil yang bias diraih dengan mudah ketimbang target yang berat. Karena biasanya target yang berat membuat hati ciut. Target yang kecil membutuhkan lebih sedikit kemauanh dari pada target yang besar. Keberhasilan akan membuat Anda berani mencoba lagi dan akhirnya berhasil menyelesaikan semuanya dengan sukses.
4. Bila Selama Ini Kemauan Anda Belum Teruji, Sebaiknya Jangan Memilih Target yang Memberi Perubahan Besar Pada Anda.
Membangun kemauan sama seperti membangun otot. Karena itu Anda perlu melakukan hal-hal biasa yang tak membetuhkan banyak usaha. Seperti selalu mematikan karan bila Anda selesai mandi. Mematikan lampu bila Anda sudah terang. Jangan makan di depan televisi.
5. Jangan Mematok Target Yang Berlebihan
Jangan berharap bisa seperti Ratih Sanggarwati bila postur tubuh Anda tak memungkinkan. Turunkan target Anda agar lebih masuk akal. Tapi juga jangan terlalu rendah karena nanti Anda akan tak mempunyai semangat untuk meraihnya.
6. Pastikan Target Ini Memang Pilihan Anda
Tanyakan pada diri sendri apakah target ini memang Anda inginkan atau hasil paksaan orang lain. Akan sulit untuk maju kalau target iitu tak datang dari diri Anda sendiri.
7. Buat Rencana
Ambil waktu untuk merencanakan bagaimana Anda bisa mencapai target yang telah ditentukan. Cobalah menemukan beberapa cara untuk meraihnya. Dua pilihan lebih baik daripada satu pilihan. Tapi jangan membuat terlalu banyak rencana karena bisa membingungkan.
8. Sampaikan Pada Teman
Kita cenderung menutupi rencana kita kita dari orang lain karena khawatirorang akan mengejek bila target tidak tercapi. Sayangnya usaha melindungi diri sendiri justru membuat kemauan melemah. Dengan menyampaikan target dan rencana kita pada orang lain, efek yang Anda rasakan justru menambah kekuatan si kemauan. Bahkan, terkadang bisa membentuk kelompok yang mengalami masalah sejenis. Ini akan sangat membantu kita dalam mencapai target. Dukungan semangat dan rasa simpati akan membawa keberhasilan bagi usaha kita.
9. Jangan Memaksakan Diri
Bila di tengah proses anda merasakan bosan dan mandek, berhentilah sejenak. Beri kesempatan pada diri anda untuk beristirahat. Tetapi setalh itu jangan lupa untuk segera kembali lagi melakukan hal-hal yang diperlukan. Sekali kita bisa melakukan hal ini, otomatis anda bisa tahan lebih lama. Dan bahkan akhirnya terbebas dari kebosanan.
10. Istirahatlah
Berhenti sesaat bukanlah berarti anda lemah, malas dan tidak disiplin. Malah sebenarnya aaaanda tengah berada dalamj proses memutus kebiasaan yang buruk dan menggantinnkanya dengan yang baru. Jadi jangan terburu berputus asa. Dari pada menuduh diri sendiri malas dan payah, sebaiknya anda melihat sisi positifnya. Yaitu mencari sebab mengapa anda ingin berhenti. Atasi penyebabnya dan lanjutkan usaha anda meraih target yang telah direncanakan.
Sumber: Mulyaningtyas, B Renita, dkk. Bimbingan dan Konseling Untuk Kelas X.2006. Jakarta: Erlangga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori
- Akademik/Bimbingan Belajar (5)
- Berita BK (2)
- Karier (16)
- Pribadi (5)
- Sosial (5)